Biaya pengiriman udara sering dianggap mahal. Tapi tahukah kamu bahwa ada strategi yang bisa membuat ongkos kirim lebih efisien tanpa mengorbankan kecepatan? Strategi itu disebut cargo consolidation.
Bagi kamu yang menjalankan bisnis ekspor, e-commerce internasional, atau distribusi lintas negara, memahami konsep ini bisa membantu meningkatkan margin keuntungan secara signifikan.
Apa Itu Cargo Consolidation?
Cargo consolidation adalah sistem penggabungan beberapa kiriman kecil dari berbagai pengirim ke dalam satu pengiriman besar melalui jalur udara yang sama.
Praktik ini menjadi bagian penting dalam industri aviasi global yang diatur oleh organisasi seperti International Air Transport Association (IATA).
Alih-alih membayar ruang kargo sendiri, kamu berbagi ruang dengan pengirim lain yang memiliki tujuan serupa.
Mengapa Bisnis Kamu Perlu Mempertimbangkannya?
1. Biaya Lebih Kompetitif
Dalam pengiriman udara, semakin besar volume, semakin rendah tarif per kilogram. Konsolidasi memungkinkan kamu menikmati tarif grosir tanpa harus mengirim dalam jumlah besar.
2. Solusi Ideal untuk Ekspor Skala Kecil
Banyak UMKM Indonesia yang menggunakan jalur udara melalui maskapai.
3. Arus Kas Lebih Sehat
Karena biaya lebih efisien, kamu bisa mengalokasikan anggaran ke pemasaran atau pengembangan produk.
Bagaimana Prosesnya?
- Barang dikirim ke gudang konsolidator
- Digabung dengan kiriman lain
- Dikirim menggunakan satu Master Airway Bill
- Dipisahkan kembali
- Diantar ke penerima akhir
Proses ini terlihat sederhana, namun membutuhkan manajemen dokumen dan koordinasi yang profesional.
Apakah Ada Risiko?
Tentu ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:
- Waktu tunggu hingga kuota terpenuhi
- Ketergantungan pada jadwal konsolidator
- Potensi keterlambatan kolektif
Namun jika dikelola dengan baik, manfaatnya jauh lebih besar dibanding risikonya.